TKA SMA Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran pilihan dalam Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.
Berbeda dari anggapan bahwa belajar sejarah hanya berarti menghafal nama tokoh, tanggal, dan peristiwa, TKA Sejarah juga menguji kemampuan berpikir historis.
Kamu perlu mampu memahami peristiwa berdasarkan ruang dan waktu, menyusun kronologi, menjelaskan hubungan sebab-akibat, menganalisis perubahan dan keberlanjutan, menginterpretasikan sumber sejarah, hingga menghubungkan peristiwa masa lalu dengan kondisi masyarakat pada masa kini.
Materi yang diujikan mencakup perjalanan sejarah Indonesia mulai dari konsep dasar sejarah, masa kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, kolonialisme, Pergerakan Nasional, kemerdekaan, Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin, hingga Orde Baru dan Reformasi.
Supaya persiapanmu lebih terarah, berikut kisi-kisi TKA SMA Sejarah yang perlu dipelajari.
Apa yang Diujikan dalam TKA SMA Sejarah?
TKA Sejarah mengukur kemampuan memahami dan mengkaji peristiwa sejarah dalam konteks ruang dan waktu.
Kamu tidak hanya dituntut mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga perlu memahami:
- mengapa suatu peristiwa terjadi;
- bagaimana sebuah peristiwa berkembang;
- siapa saja yang terlibat;
- apa dampaknya bagi masyarakat;
- bagaimana satu peristiwa berhubungan dengan peristiwa lainnya;
- apa yang berubah dan tetap berlanjut;
- serta bagaimana peristiwa masa lalu berkaitan dengan kehidupan masyarakat masa kini.
TKA Sejarah juga dapat menggunakan sumber sejarah dalam bentuk:
- bacaan;
- kutipan dokumen;
- peta;
- tabel;
- foto;
- dan ilustrasi.
Sumber yang digunakan dapat berupa sumber primer maupun sumber sekunder.
Artinya, kamu perlu terbiasa membaca sumber sejarah dan mengambil informasi penting dari sumber tersebut, bukan hanya menghafal rangkuman materi.
Materi TKA SMA Sejarah
Secara umum, terdapat enam kelompok materi utama yang perlu dikuasai:
- Pengantar Ilmu Sejarah
- Periode Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam
- Perlawanan terhadap Bangsa Eropa
- Pergerakan Nasional sampai Proklamasi Kemerdekaan
- Revolusi Kemerdekaan Indonesia sampai Demokrasi Terpimpin
- Orde Baru sampai Reformasi
Berikut pembahasan masing-masing materi.
1. Pengantar Ilmu Sejarah
Materi pertama membahas dasar-dasar yang digunakan untuk memahami dan mengkaji sejarah.
Bagian ini terdiri atas:
- konsep dasar sejarah;
- fenomena sejarah dalam kehidupan sehari-hari;
- dan sumber-sumber sejarah.
Konsep Dasar Sejarah
Kamu perlu memahami beberapa konsep penting dalam sejarah, terutama:
- perubahan;
- keberlanjutan;
- dan sebab-akibat.
Konsep tersebut digunakan untuk memahami hubungan antara berbagai peristiwa sejarah serta pengaruhnya terhadap fenomena sosial.
Dalam belajar bagian ini, jangan hanya menghafal definisi.
Cobalah melihat sebuah peristiwa kemudian tanyakan:
- Apa yang berubah setelah peristiwa tersebut?
- Apa yang tetap bertahan?
- Apa penyebabnya?
- Apa akibat yang ditimbulkan?
Cara berpikir seperti ini akan membantu saat menghadapi soal analisis.
Fenomena Sejarah dalam Kehidupan Sehari-hari
Sejarah tidak selalu berhenti sebagai peristiwa masa lalu.
Kamu juga perlu mampu menganalisis hubungan antara peristiwa sejarah dengan dinamika sosial dan budaya masyarakat saat ini.
Hubungan tersebut dianalisis menggunakan konsep:
- perubahan;
- keberlanjutan;
- dan sebab-akibat.
Artinya, kamu dapat menghadapi soal yang meminta hubungan antara sebuah peristiwa masa lalu dengan kondisi masyarakat Indonesia sekarang.
Sumber-Sumber Sejarah
Materi berikutnya adalah sumber sejarah.
Kamu perlu mampu:
- mengidentifikasi sumber sejarah;
- membedakan sumber primer dan sekunder;
- memahami fungsi masing-masing sumber;
- serta menganalisis penggunaannya dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu.
Sumber primer berasal langsung dari masa atau peristiwa yang sedang dikaji.
Sementara sumber sekunder merupakan informasi mengenai suatu peristiwa yang disusun berdasarkan sumber-sumber lain.
Dalam TKA, kamu dapat diberikan beberapa contoh sumber kemudian diminta menentukan sumber mana yang paling tepat digunakan dalam suatu penelitian sejarah.
2. Periode Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam
Materi berikutnya membahas kehidupan masyarakat Nusantara pada masa kerajaan Hindu-Buddha dan Islam.
Kamu perlu memahami aspek:
- religi;
- budaya;
- politik;
- dan ekonomi.
Masa Kerajaan Hindu-Buddha
Pada bagian ini, kamu perlu memahami masuk dan berkembangnya agama serta kebudayaan Hindu-Buddha di Nusantara.
Kemampuan yang perlu dikuasai meliputi:
- mengevaluasi teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha;
- menganalisis kehidupan politik kerajaan Hindu-Buddha;
- menganalisis kehidupan ekonomi kerajaan Hindu-Buddha;
- serta mengklasifikasikan peninggalan budaya yang dihasilkan.
Artinya, kamu tidak cukup hanya menghafal nama kerajaan dan rajanya.
Kamu perlu memahami karakteristik kehidupan masyarakat dan hubungan antara perkembangan agama, politik, ekonomi, dan kebudayaan pada periode tersebut.
Masa Kerajaan Islam
Pada masa kerajaan Islam, kamu perlu memahami hubungan masuknya agama dan kebudayaan Islam dengan perubahan masyarakat Nusantara.
Perubahan tersebut dapat terlihat pada:
- sistem politik;
- kegiatan ekonomi;
- kehidupan keagamaan;
- serta perkembangan budaya.
Kamu dapat menghadapi soal yang meminta hubungan antara masuknya Islam dengan perubahan tertentu atau menentukan peninggalan budaya Islam yang masih berlanjut hingga masa kini.
3. Perlawanan terhadap Bangsa Eropa
Materi ini membahas kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dan berbagai perlawanan yang dilakukan masyarakat.
Terdapat dua bagian utama:
- proses kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara;
- serta perlawanan terhadap bangsa Eropa sebelum abad ke-20.
Proses Kedatangan Bangsa Eropa ke Nusantara
Kamu perlu memahami motivasi kedatangan bangsa Eropa dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Nusantara.
Kemampuan yang diuji tidak hanya mengenai negara mana yang datang lebih dahulu.
Kamu juga perlu menganalisis hubungan kedatangan bangsa Eropa dengan perubahan dalam bidang:
- sosial;
- ekonomi;
- dan politik.
Analisis dapat dilakukan menggunakan pendekatan diakronik dan sinkronik.
Pendekatan diakronik membantu memahami perkembangan suatu peristiwa dari waktu ke waktu.
Sementara pendekatan sinkronik membantu melihat suatu keadaan pada periode tertentu secara lebih luas.
Perlawanan terhadap Bangsa Eropa Sebelum Abad ke-20
Pada bagian ini, kamu perlu memahami berbagai kebijakan kolonial dan respons masyarakat Nusantara terhadap kebijakan tersebut.
Kamu perlu mampu:
- menghubungkan kebijakan kolonial dengan munculnya perlawanan;
- memahami latar belakang perlawanan;
- menganalisis jalannya perjuangan;
- serta mengevaluasi strategi yang digunakan.
Karena itu, saat mempelajari sebuah perlawanan, jangan hanya menghafal tokoh dan tempat.
Perhatikan juga:
- penyebab;
- strategi perjuangan;
- respons pihak kolonial;
- hasil;
- dan dampaknya.
4. Pergerakan Nasional sampai Proklamasi Kemerdekaan
Materi ini memiliki cakupan yang cukup luas.
Bagian yang perlu dipelajari meliputi:
- Pergerakan Nasional Indonesia;
- relevansi semangat Pergerakan Nasional dengan masa kini;
- kehidupan bangsa Indonesia di bawah penjajahan Jepang dan perlawanannya;
- serta peristiwa dan makna Proklamasi Kemerdekaan.
Pergerakan Nasional Indonesia
Kamu perlu memahami pengaruh Politik Etis terhadap perkembangan Pergerakan Nasional.
Selain itu, pelajari kemunculan berbagai organisasi serta strategi perjuangan yang digunakan.
Hal yang penting bukan hanya nama organisasi dan tahun berdirinya.
Kamu juga perlu memahami:
- latar belakang pembentukan;
- tujuan;
- strategi perjuangan;
- tokoh;
- dan pengaruh organisasi terhadap perkembangan nasionalisme Indonesia.
Relevansi Semangat Pergerakan Nasional dengan Masa Kini
TKA juga dapat menghubungkan sejarah dengan kondisi saat ini.
Kamu perlu mampu menganalisis bagaimana nilai dan semangat perjuangan tokoh-tokoh Pergerakan Nasional masih relevan ketika menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jadi, pertanyaan sejarah dapat bersifat reflektif dan kontekstual.
Kamu mungkin perlu menggunakan pemahaman terhadap suatu peristiwa masa lalu untuk menilai fenomena pada masa kini.
Pendudukan Jepang di Indonesia
Pada bagian ini, kamu perlu memahami:
- runtuhnya kekuasaan Belanda sebelum pendudukan Jepang;
- masuknya Jepang ke Indonesia;
- kebijakan selama pendudukan;
- perlawanan bangsa Indonesia;
- serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Dampak pendudukan Jepang perlu dianalisis dari berbagai bidang, seperti:
- politik;
- ekonomi;
- sosial;
- dan budaya.
Kamu juga perlu mampu mengevaluasi penjelasan mengenai penyebab runtuhnya kekuasaan Belanda berdasarkan sumber sejarah yang relevan.
Peristiwa dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Materi berikutnya adalah rangkaian peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan.
Kamu perlu memahami jalannya peristiwa sekaligus maknanya bagi bangsa Indonesia.
Soal dapat meminta kamu menghubungkan situasi politik dan militer pada akhir pendudukan Jepang dengan proses menuju kemerdekaan.
Jadi, pahami hubungan antarperistiwa dan jangan hanya menghafal tanggal kejadian.
5. Revolusi Kemerdekaan Indonesia sampai Demokrasi Terpimpin
Materi ini membahas perkembangan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan hingga masa Demokrasi Terpimpin.
Submaterinya meliputi:
- perjuangan mempertahankan kemerdekaan;
- kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Liberal;
- dan kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin.
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Indonesia masih harus berjuang mempertahankan kemerdekaannya.
Kamu perlu memahami:
- pembentukan negara;
- pembentukan pemerintahan Republik Indonesia;
- perjuangan fisik;
- serta perjuangan melalui jalur diplomasi.
Saat belajar, susun peristiwa secara kronologis agar hubungan antara perjuangan fisik dan diplomasi lebih mudah dipahami.
Jangan mempelajari setiap peristiwa secara terpisah tanpa melihat hubungan di antaranya.
Demokrasi Liberal
Pada bagian Demokrasi Liberal, kamu perlu memahami perkembangan:
- politik;
- dan ekonomi.
Konsep kronologis menjadi penting untuk menjelaskan berbagai peristiwa pada masa tersebut.
Karena itu, pahami urutan perkembangan politik dan perubahan yang terjadi selama periode Demokrasi Liberal.
Demokrasi Terpimpin
Materi Demokrasi Terpimpin juga berfokus pada perkembangan politik dan ekonomi.
Kamu perlu mampu:
- mengidentifikasi perkembangan penting;
- memahami kebijakan pemerintah;
- serta menganalisis dampak kebijakan tersebut.
Soal tidak selalu menanyakan apa kebijakannya, tetapi dapat meminta kamu menentukan konsekuensi atau hubungan kebijakan dengan kondisi masyarakat.
6. Orde Baru sampai Reformasi
Bagian terakhir mencakup:
- kehidupan masyarakat pada masa Orde Baru;
- serta kehidupan masyarakat pada masa Reformasi.
Kehidupan Masyarakat pada Masa Orde Baru
Kamu perlu memahami proses perubahan dari Demokrasi Terpimpin menuju Orde Baru.
Analisis dilakukan menggunakan konsep sejarah seperti:
- kronologi;
- perubahan;
- dan sebab-akibat.
Selain proses lahirnya Orde Baru, kamu perlu memahami berbagai kebijakan politik dan ekonomi serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.
Jadi, jangan melihat kebijakan hanya dari tujuan awalnya.
Cobalah juga menganalisis akibat yang muncul dalam kehidupan masyarakat.
Kehidupan Masyarakat pada Masa Reformasi
Materi Reformasi mencakup:
- proses lahirnya Reformasi;
- faktor yang melatarbelakanginya;
- peran pelajar dan mahasiswa sebagai pelaku sejarah;
- perubahan politik;
- perubahan ekonomi;
- serta dampak berbagai kebijakan pada kehidupan masyarakat.
Kamu perlu mampu menempatkan berbagai peristiwa secara kronologis sekaligus melihat perubahan yang terjadi dari masa Orde Baru menuju Reformasi.
Peran masyarakat, pelajar, dan mahasiswa juga menjadi bagian penting yang perlu dipahami.
Ringkasan Kisi-Kisi TKA SMA Sejarah
| Materi | Submateri | Fokus yang Dipelajari |
|---|---|---|
| Pengantar Ilmu Sejarah | Konsep Dasar Sejarah | Perubahan, keberlanjutan, dan sebab-akibat |
| Fenomena Sejarah dalam Kehidupan Sehari-hari | Hubungan peristiwa masa lalu dengan dinamika sosial budaya masa kini | |
| Sumber-Sumber Sejarah | Sumber primer, sumber sekunder, dan penggunaannya | |
| Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam | Masa Hindu-Buddha | Teori masuk Hindu-Buddha, politik, ekonomi, dan peninggalan budaya |
| Masa Islam | Perubahan religi, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Nusantara | |
| Perlawanan terhadap Bangsa Eropa | Kedatangan Bangsa Eropa | Motivasi kedatangan serta perubahan sosial, ekonomi, dan politik |
| Perlawanan sebelum Abad ke-20 | Kebijakan kolonial, bentuk perlawanan, dan strategi perjuangan | |
| Pergerakan Nasional sampai Proklamasi | Pergerakan Nasional | Politik Etis, organisasi, dan strategi perjuangan |
| Relevansi Pergerakan Nasional | Nilai dan semangat perjuangan dalam kehidupan masa kini | |
| Pendudukan Jepang | Runtuhnya Belanda, kebijakan Jepang, perlawanan, dan dampaknya | |
| Proklamasi Kemerdekaan | Peristiwa sekitar Proklamasi dan maknanya | |
| Revolusi Kemerdekaan sampai Demokrasi Terpimpin | Mempertahankan Kemerdekaan | Pembentukan negara, perjuangan fisik, dan diplomasi |
| Demokrasi Liberal | Perkembangan politik dan ekonomi secara kronologis | |
| Demokrasi Terpimpin | Perkembangan politik, ekonomi, dan dampak kebijakan | |
| Orde Baru sampai Reformasi | Orde Baru | Peralihan dari Demokrasi Terpimpin serta kebijakan politik dan ekonomi |
| Reformasi | Lahirnya Reformasi, peran pelajar dan mahasiswa, serta dampak politik dan ekonomi |
Level Kognitif TKA SMA Sejarah
TKA Sejarah menggunakan tiga level kognitif utama:
- Pemahaman atau Knowing
- Penerapan atau Applying
- Penalaran atau Reasoning
Ketiganya menunjukkan bahwa belajar sejarah untuk TKA tidak cukup dengan menghafal.
Level 1: Pemahaman (Knowing)
Pada level ini, kamu perlu mampu:
- mengenali;
- mengingat;
- mengidentifikasi;
- serta memahami informasi dan konsep sejarah.
Hal yang dapat diuji antara lain:
- definisi;
- konsep;
- teori;
- tokoh;
- peristiwa;
- tanggal;
- tempat;
- dan istilah penting.
Informasi dapat berasal dari teks akademik maupun sumber sejarah primer dan sekunder.
Meskipun merupakan level dasar, pemahaman faktual tetap penting karena menjadi dasar untuk mengerjakan soal pada level yang lebih tinggi.
Level 2: Penerapan (Applying)
Pada level penerapan, kamu perlu menggunakan pengetahuan sejarah dalam suatu konteks.
Kemampuan yang dapat diuji antara lain:
- menganalisis sumber sejarah;
- menginterpretasikan teks;
- menginterpretasikan gambar;
- membaca peta;
- membaca tabel;
- menyusun kronologi;
- menjelaskan hubungan sebab-akibat;
- serta membandingkan peristiwa.
Soal pada level ini menuntut kamu aktif menggunakan informasi yang tersedia.
Jadi, jawaban tidak selalu bisa ditemukan dengan mengingat satu fakta sejarah.
Level 3: Penalaran (Reasoning)
Penalaran merupakan level yang membutuhkan kemampuan berpikir lebih mendalam.
Kamu dapat diminta:
- mengevaluasi informasi;
- merefleksikan sumber sejarah;
- menjawab pertanyaan inferensial;
- menemukan pola;
- membuat kesimpulan;
- mengevaluasi sumber;
- serta menyusun argumentasi berdasarkan bukti sejarah.
Pengetahuan sejarah juga dapat dikaitkan dengan fenomena atau realitas sosial dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, kemampuan memberikan alasan berdasarkan fakta dan sumber menjadi sangat penting.
Cara Membaca Sumber Sejarah dalam Soal TKA
Salah satu karakter penting TKA Sejarah adalah penggunaan sumber.
Ketika menemukan kutipan dokumen, foto, peta, tabel, atau teks sejarah, jangan langsung mencari pilihan jawaban.
Perhatikan beberapa hal berikut.
1. Identifikasi Sumber
Cari tahu jenis sumber yang diberikan.
Apakah sumber tersebut:
- primer;
- sekunder;
- teks;
- foto;
- peta;
- atau data?
Jenis sumber dapat memengaruhi bagaimana informasi tersebut harus diinterpretasikan.
2. Perhatikan Waktu dan Tempat
Sejarah sangat berkaitan dengan konteks.
Perhatikan:
- kapan peristiwa terjadi;
- di mana;
- siapa yang terlibat;
- serta kondisi masyarakat pada periode tersebut.
Jangan menilai tindakan tokoh masa lalu hanya berdasarkan kondisi masa kini.
3. Cari Gagasan Utama
Saat membaca sumber yang panjang, cari informasi yang paling berhubungan dengan pertanyaan.
Tidak semua detail dalam bacaan akan dibutuhkan.
4. Perhatikan Hubungan Sebab-Akibat
Coba identifikasi:
Penyebab → Peristiwa → Akibat
Pola ini sangat membantu untuk memahami berbagai peristiwa sejarah.
5. Perhatikan Perubahan dan Keberlanjutan
Tanyakan dua hal:
Apa yang berubah?
dan
Apa yang tetap berlanjut?
Kemampuan membedakan keduanya menjadi salah satu bagian penting dalam berpikir historis.
Bentuk Soal TKA SMA Sejarah
Contoh asesmen resmi TKA Sejarah menunjukkan penggunaan beberapa bentuk soal, seperti:
- pilihan ganda;
- pilihan ganda kompleks dengan lebih dari satu jawaban benar;
- dan pilihan ganda kompleks kategori seperti Tepat atau Tidak Tepat.
Soal juga dapat menggunakan stimulus berupa narasi sejarah, sumber sejarah, atau kasus tertentu sebelum peserta diminta menganalisis informasi yang tersedia.
Karena itu, selalu baca instruksi soal dengan teliti.
Jangan otomatis memilih satu jawaban ketika ternyata soal meminta lebih dari satu pilihan.
Tips Belajar TKA SMA Sejarah
1. Jangan Hanya Menghafal Tahun
Tanggal memang penting, tetapi yang lebih penting adalah memahami hubungan antarperistiwa.
Saat mempelajari suatu kejadian, catat:
- latar belakang;
- tokoh;
- jalannya peristiwa;
- penyebab;
- akibat;
- dan pengaruhnya terhadap periode berikutnya.
2. Buat Timeline
Timeline sangat membantu untuk materi sejarah Indonesia yang panjang.
Misalnya:
Hindu-Buddha → Islam → Kedatangan Bangsa Eropa → Perlawanan Daerah → Pergerakan Nasional → Pendudukan Jepang → Proklamasi → Revolusi Kemerdekaan → Demokrasi Liberal → Demokrasi Terpimpin → Orde Baru → Reformasi
Dengan timeline, kamu akan lebih mudah memahami kronologi dan hubungan antara satu periode dengan periode berikutnya.
3. Latih Hubungan Sebab-Akibat
Setiap mempelajari peristiwa penting, tanyakan:
Mengapa peristiwa ini terjadi?
Kemudian:
Apa dampak yang muncul setelahnya?
Cara ini jauh lebih efektif daripada hanya menghafal rangkaian kejadian.
4. Bandingkan Beberapa Peristiwa
Latih kemampuan membandingkan, misalnya:
- strategi perlawanan sebelum dan sesudah abad ke-20;
- Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin;
- Orde Baru dan Reformasi;
- perjuangan fisik dan diplomasi.
Perbandingan membantu kamu melihat persamaan, perbedaan, perubahan, dan keberlanjutan.
5. Biasakan Membaca Sumber Primer dan Sekunder
Latihan menggunakan sumber akan membantu ketika soal memberikan:
- kutipan dokumen;
- berita lama;
- foto;
- peta;
- atau teks sejarah.
Cobalah menentukan informasi apa yang dapat diperoleh dari sumber tersebut serta keterbatasannya.
6. Pahami Konteks, Bukan Hanya Fakta
Satu fakta sejarah dapat memiliki arti yang berbeda jika dilepaskan dari konteksnya.
Perhatikan kondisi:
- politik;
- ekonomi;
- sosial;
- budaya;
- dan jiwa zaman.
Hal ini akan membantu ketika mengerjakan soal yang meminta interpretasi.
7. Latih Soal Analisis
Jangan hanya mengerjakan soal seperti:
“Siapa tokoh dalam peristiwa ini?”
Perbanyak soal seperti:
- Mengapa kebijakan tersebut memicu perlawanan?
- Apa dampak peristiwa terhadap masyarakat?
- Sumber mana yang paling relevan?
- Apa perubahan yang terjadi?
- Bagaimana hubungan peristiwa tersebut dengan kondisi masa kini?
Soal seperti inilah yang dapat melatih kemampuan berpikir historis.
8. Evaluasi Kesalahan Saat Latihan
Jika jawaban salah, cari penyebabnya.
Apakah karena:
- lupa fakta;
- tidak memahami kronologi;
- salah membaca sumber;
- tertukar antara sebab dan akibat;
- tidak memahami konteks;
- atau terlalu cepat menyimpulkan?
Dengan memahami penyebab kesalahan, kamu bisa menentukan materi yang perlu dipelajari kembali.
Kesimpulan
Kisi-kisi TKA SMA Sejarah terdiri atas enam kelompok materi utama, yaitu Pengantar Ilmu Sejarah, Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, Perlawanan terhadap Bangsa Eropa, Pergerakan Nasional sampai Proklamasi Kemerdekaan, Revolusi Kemerdekaan sampai Demokrasi Terpimpin, serta Orde Baru sampai Reformasi.
Namun, TKA Sejarah tidak hanya mengukur seberapa banyak fakta sejarah yang kamu hafal.
Kamu juga perlu mampu menyusun kronologi, memahami sebab-akibat, menganalisis perubahan dan keberlanjutan, menginterpretasikan sumber primer dan sekunder, membandingkan peristiwa, serta menghubungkan sejarah dengan kehidupan masyarakat.
Jadi, belajarlah sejarah sebagai sebuah rangkaian peristiwa yang saling berhubungan, bukan sebagai kumpulan tanggal yang berdiri sendiri.
Setelah memahami kisi-kisinya, kamu bisa mulai mengerjakan latihan soal TKA SMA Sejarah gratis di bisadaneduuntuk mengetahui materi yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu ditingkatkan.
